“Pendidik juga manusia, punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati”.

Oleh Djadja Sardjana

Mungkin orang menyangka ku tak pernah terluka
Tegar bagaikan karang, tabu cucurkan air mata
* Kadang ku rasa lelah harus tampil sempurna
Ingin ku teriakkan
Andai mereka tahu rasa dalam hatiku
Lembut bagaikan salju dan menghangatkan kalbu
repeat *
reff:
Pendidik juga manusia, punya rasa punya hati
Jangan samakan dengan pisau belati
Pendidik juga manusia, punya rasa punya hati
Jangan samakan dengan pisau belati
repeat *
Pendidik juga manusia, punya rasa punya hati
Jangan samakan dengan pisau belati
Repeat reff

Ya, sesuai lagu yang (mohon maaf) dimodifikasi dari Seurieus ini, pendidik saat ini telah mengalami masa-masa metamorfosis dari “Ulat, Kepompong menjadi Kupu-kupu”. Perhatian para pemangku kepentingan akan pendidikan semakin meningkat, namun di sisi lain masih banyak “Pekerjaan Rumah” yang harus diselesaikan khususnya oleh pendidik.

Mulai dari “Standard Level Agreement/SLA” (Standar Pelayanan Minimum), kesesuaian pendidikan dengan dunia nyatasampai dengan sertifikasi yang diharapkan merubah pola “Hati, Pikir dan Aksi” dari pendidik. Ada beberapa pendidik yang sudah sadar, faham dan bertindak sesuai “Peran Tauladannya” sebagai pendidik. Adapula yang menganggap anak didiknya sebagai sarana pelampiasan akademis, komersial, bahkan (Audzubillahi Min Dzalik) nafsu birahinya.

Para pendidik harus menyadari, walaupun “Mungkin orang menyangka ku tak pernah terluka” tetap harus “Tegar bagaikan karang, tabu cucurkan air mata”. Dilain waktu pendidik “Kadang ku rasa lelah harus tampil sempurna” serta “Ingin ku teriakkan” dan ingin dimengerti “Andai mereka tahu rasa dalam hatiku” kita tetap harus “Lembut bagaikan salju dan menghangatkan kalbu“. Serta terus berusaha menyadarkan khalayak ramai bahwa “Pendidik juga manusia, punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati”.

Profil Djadja Sardjana (Twitter: @djadjas)
Seorang hamba Allah, ayah, suami, kepala rumah tangga (Commander In Chief), praktisi pendidikan, manajemen dan telematika yang mencoba merunduk di ladang ibadah
Indonesia · http://vizualize.me/ptSH5Fdeoa

Informasi:
  • Sejak 5 Mei 2012, PaGI hadir juga dalam versi mobile.
  • Ucapan terima kasih jika Anda berkenan klik LIKE di kotak LIKE Facebook di bagian kanan atas! (Hanya di versi dekstop).
  • Ucapan terima kasih jika Anda berkenan share artikel blog ini melalui jejaring sosial Anda.

Related Posts

One Response to “Pendidik juga manusia, punya rasa punya hati. Jangan samakan dengan pisau belati”.

  1. eko says:

    Mantaap artikel-artikelnya.. Semoga bertambah maju dan baik… Amin.. I like it.. Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* 6+3=?

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Read previous post:
Jurnal Ilmiah Bentuk Pola Pikir yang Terstruktur

 Sumber berita: http://www.kemdiknas.go.id/laman/berita/210 Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyatakan, tidak ada kaitan antara jurnal ilmiah dengan pengekangan kebebasan...

Close